Bacaan Ruqyah · no. 3 · From the corpus
English: Saheeh International, Qur'an 112:1–4, 113:1–5, 114:1–6
Qur'an recitation — attached only where the doa is a complete ayah.
The translation above covers every riwayat at once and cannot be divided between them.
Translated from Ustadz Firanda Andirja's Indonesian commentary (Bekal Islam). Quoted verses, hadith and duas keep their Arabic; where the commentary gave its own Indonesian rendering of them, that rendering is not translated and is marked [translation not shown].
Quoted as the source gives it, in Indonesian.
(25) Lihat HR. Bukhari no. 5735, yaitu hadits ‘Aisyah, «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْفُثُ عَلَى نَفْسِهِ فِي المَرَضِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، فَلَمَّا ثَقُلَ كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِهِنَّ، وَأَمْسَحُ بِيَدِ نَفْسِهِ لِبَرَكَتِهَا» فَسَأَلْتُ الزُّهْرِيَّ: كَيْفَ يَنْفِثُ؟ قَالَ: «كَانَ يَنْفِثُ عَلَى يَدَيْهِ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ» “Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meniupkan (dengan sedikin luah) pada tubuhnya yang telah dibaca Al-Mu'awwidzaatketika beliau sakit yang mengantarkan kematian. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sudah sangat parah, aku (A'isyah) yang meniupkan dengan bacaan surat tersebut, dan aku gunakan tangan beliau untuk mengusap badan beliau, karena tangan beliau berkah.” Dalam hadits yang lain ‘Aisyah berkata: إِذَا مَرِضَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِهِ نَفَثَ عَلَيْهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، فَلَمَّا مَرِضَ مَرَضَهُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، جَعَلْتُ أَنْفُثُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُهُ بِيَدِ نَفْسِهِ، لِأَنَّهَا كَانَتْ أَعْظَمَ بَرَكَةً مِنْ يَدِي “jika ada seseorang yang sakit dari keluarganya, beliau meniupkan (dengan sedikit ludah) dengan membaca al-mu’awwidzaat. Ketika beliau sakit pada sakit yang menghantarkan pada kematiannya akulah yang meniupkan kepadanya lalu aku mengusapnya dengan menggunakan tangannya sendiri, karena tangannya lebih banyak keberkahannya dari tanganku.” HR. Muslim no. 2192 نَفَثَ secara bahasa menyerupai tiupan dan dia lebih sedikit dari meludah. (lihat: Ghoriibul Hadiits 1/298 dan Jamharotul Lughoh 1/429) Dan Al-Qodhi ‘Iyadh berkata faidah dari meniup dengan sedikit ludah adalah mengambil keberkahan dari sedikit ludah atau angin yang ditiupkan yang keluar bersama zikir yang dibaca. (lihat: Irsyaadus Saary Syarhu Shohiih Al-Bukhory 8/388) Dan para ulama memasukkannya ke dalam bab Ruqyah dengan Al-Quran dan Al-Mu’awwidzat, dan disebutkan alasan ruqyah dengan Al-Mu’awwidzaat karena di dalamnya terdapat permintaan perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dari keburukan-keburukan yang disebutkan dalam surah Al-Falaq dan An-Nas. (lihat: Syarhu Sunan Abi Dawud Libni Ruslan 15/249)
Source: bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.