Doa Bertemu Musuh dan Penguasa Dzalim

Doa Karena Sebab · no. 21 · From the corpus

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِيْ، وَأَنْتَ نَصِيْرِيْ، بِكَ أَجُوْلُ، وَبِكَ أَصُوْلُ، وَبِكَ أُقَاتِلُ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِيْ، وَأَنْتَ نَصِيْرِيْ، بِكَ أَجُوْلُ، وَبِكَ أَصُوْلُ، وَبِكَ أُقَاتِلُ حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، سَرِيْعَ الْحِسَابِ، اِهْزِمِ اْلأَحْزَابَ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Allaahumma innaa naj’aluka fii nuhuurihim, wa na’uudzu bika min syuruurihim. Allaahumma anta 'adhudii, wa anta nashiirii, bika ajuulu, wa bika ashuulu, wa bika uqootil. Hasbunallaah wa ni'mal wakiil. Allaahumma munzilal kitaab, sarii'al hisaab, ihzimil ahzaab, allaahummah-zimhum wa zalzilhum.

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Guidance: Dua on meeting an enemy
HOW TO MEMORISE
REFERENCE

Quoted as the source gives it, in Indonesian.

(1) HR. Abu Dawud 2/89. Menurut pendapat Al-Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi: Hadits di atas adalah shahih 2/142. (2) HR. Abu Dawud no.2632 3/42, At-Tirmidzi no. 3584 5/572, dan lihat Sahih At-Tirmidzi 3/183. (3) HR. Al-Bukhari no. 4563 5/172. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, doa tersebut pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim ‘alahissalam ketika dilemparkan ke api dan pernah dibaca oleh Nabi Muhammad ﷺ ketika manusia berkata kepadanya sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 173 الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ “(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". (Syarah Hisnul Muslim karya Majdi bin Abdul Wahhab 1/218) (4) HR. Muslim no.1742.

Source: bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.