Doa Terkait Wudhu

Doa Kegiatan Sehari-hari · no. 22 · From the corpus

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Asyhadu al-laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh Allaahummaj 'alnii minat-tawwaabiina waj 'alnii minal mutathohhiriin. Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Guidance: Dua after wudu
HOW TO MEMORISE
REFERENCE

Quoted as the source gives it, in Indonesian.

(1) HR. Muslim no. 234 At-Thiby berkata: ucapan 2 kalimat syahadat setelah berwudhu adalah isyarat akan ikhlasnya amal hanya untuk Allah subhanahu wa ta'ala, dan sucinya hati dari kesyirikan dan riya setelah mensucikan anggota wudhu dari hadats. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/349) Disebutkan dalam kelanjutan hadits ini bahwa barang siapa yang membaca 2 kalimat syahadat ini setelah wudhu maka akan dibukakan baginya 8 pintu surga yang dia bisa memasukinya dari pintu mana saja yang dia kehendaki. (2) Yaitu dari segala dosa dan kembali dari segala perbuatan yang tercela. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/350) (3) Yaitu suci dari dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang, atau suci dari akhlak-akhlak yang tercela. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/350) (4) HR. At-Tirmidzi no. 55, di shohihkan oleh Al-Albani (5) HR. An-Nasai dalam kitabnya ‘Amalul Yaumi wal Lailah no. 81. Ibnul Mulaqqin mengatakan hadits ini shohih dengan syarat Bukhori dan Muslim. (Lihat: Al-Badrul Munir 2/289)

Source: bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.