Dzikir Pagi · no. 16 · From the corpus
English: Hisn al-Muslim (hisnmuslim.com), item 93
Translated from Ustadz Firanda Andirja's Indonesian commentary (Bekal Islam). Quoted verses, hadith and duas keep their Arabic; where the commentary gave its own Indonesian rendering of them, that rendering is not translated and is marked [translation not shown].
Quoted as the source gives it, in Indonesian.
(16) Dari sahabat Abu ‘Ayyaasy : HR. Abu Daud no. 5077, An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 27 dan dishahihkan oleh Al-Albani (17) HR Ahmad no 8719 dari sahabat Abu Huroiroh dan dishahihkan oleh Al-Albani (lihat As-Shahihah 6/134 no 2563) (18) Diriwayatkan dari 2 sahabat : Dari sahabat Abu Huroiroh : HR Al-Bukhari no 3293 dan Muslim no 2691 Dan dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Aash : HR. Ahmad no 6740, An-Nasaa’i dalam As-Sunan Al-Kubro no 10335 dan Amalul yaum wal Lailah no 575, At-Thobroni di Ad-Du’a no 333, Ibnu As-Sunni di Amalul yaum wal Lailah no 75, dan sanadnya dishahihkan oleh para pentahqiq al-Musnad (19) Karena di akhir hadits Nabi berkata : وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ “Dan tidak ada seorangpun yang bisa beramal lebih baik dari yang ia amalkan (yaitu yang berdzikir 100 kali-pen) kecuali seseorang yang beramal lebih dari itu (HR Al-Bukhari no 3293 dan Muslim no 2691).
Source: bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.