← All categories

Musibah & Kesempitan

8 entries · nothing is locked

Learn on the Dua Path
1Doa Ketika Mengalami Kesulitan
اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ اَللَّهُ اللَّهُ رَبِّي، لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ
“Allahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlan, wa anta taj'alul hazna idzaa syi'ta “Allaahumma rohmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafsii thorfata 'ain, wa ashlih lii sya'nii kullah, laa ilaaha illaa anta.” “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh-zhoolimiin.” “Allaah Allaah robbii, laa usyriku bihi syai-an.” “Laa ilaaha illallaahul 'azhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu robbul 'arsyil 'azhim, laa ilaaha illallaahu robbus-samaawaati wa robbul ardhi wa robbul 'arsyil kariim.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(1) H.R. Ibnu Hibban no. 2427 dan dishahihkan oleh Al-Albani di Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah 6/902 Maksudnya kemudahan ini Allah subhanahu wa ta'ala berikan kepada orang yang menempuh jalan agar mendapat kemudahan. (lihat: Syarhu Sunan Abi Dawud Libni Ruslan 19/62) Maka dari sini kita pahami bahwa seseorang selain berdoa hendaknya ia mencari sebab agar yang ia mendapatkan yang ia harapkan. (2) H.R. Abu Dawud no. 5090, Ahmad no. 20430 dan Ibnu Hibban no. 970 dan sanadnya hasan menurut Al-Albani. Ini adalah salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah ketika seseorang mengalami suatu kesulitan dan kegundahan. Doa ini sangat bermanfaat bagi orang yang tertimpa suatu kesulitan dan menghilangkan kesulitan tersebut apabila dia membacanya dengan sungguh-sungguh, menghadirkan hatinya, men-tauhid-kan Allah dan mengagungkanNya. (Faidhul Qadir 3/526) ‘Ali bin Sulthan Muhammad Al-Qari menjelaskan maksud dari “Ya Allah, rahmatMu yang aku harapkan, maka jangan Engkau serahkan urusanku kepada diriku meskipun sekejap mata” dikedepankannya objek yaitu rahmat Allah subhanahu wa ta'ala (karena dalam bahasa Arab urutan objek disebutkan setelah kata kerja atau predikat) untuk memberikan faedah kekhususan, maka ini melazimkan untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, seakan-akan orang yang berdoa dengan doa ini mengatakan: jika aku menyerahkan urusanku kepada-Mu maka jangan Engkau serahkan urusanku kepada diriku karena aku tidak mengetahui maslahat dan mafsadat urusanku, terkadang aku mengerjakan suatu urusan meyakininya baik ternyata berubah menjadi sesuatu yang rusak begitu juga sebaliknya. (3) H.R. Tirmidzi no. 3505, Ahmad no. 1462 dan dishahihkan oleh Al-Albani (4) H.R. Abu Dawud no. 1525, Ibnu Majah no. 3882 dan dishahihkan oleh Al-Albani. Rasulullah mengajarkan doa ini kepada Asma’ binti ‘Umais ketika mengalami suatu kesulitan (lihat: Fathul Bari Li Ibni Hajar 11/148). (5) H.R. Bukhari no. 6346 dan Muslim 2730

2Doa Ketika Sedih Atau Galau“Allaahumma innii 'abduka, wabnu 'abdika, wabnu…
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ(أَمَتُكَ وَابْنَةُ عَبْدِكَ وَابْنَةُ أَمَتِكَ) ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ ـ
“Allaahumma innii 'abduka, wabnu 'abdika, wabnu amatika (jika yang berdoa wanita maka diganti dengan : amatuka wabnatu ábdika wabnatu amatika)(54), naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, 'adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahu fii kitaabika, au 'allamtahu ahadan min kholqika, awista'tsarta bihi fii 'ilmil ghoibi 'indaka, an taj'alal qur-aana robii'a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(54)Meskipun dengan lafal yang pertama pun tidak mengapa, sehingga lelaki maupun wanita lafalnya sama. Akan tetapi yang lebih baik adalah dengan mengganti lafalnya tersebut. (55) ini adalah pengakuan terhadap penghambaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. (lihat: Mirqootul Maffatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1701)] Adapun jika lafalnya tetap maka lafal عَبْدٌ bisa digunakan untuk lelaki maupun wanita sebagaimana lafal الزَّوْجُ, yang bisa untuk suami maupun istri. Akan tetapi yang terbaik adalah dirubah. (Lihat penjelasan Ibnu Taimiyyah di Majmuu’ al-Fataawaa 22/488) (56)maksudnya: tidak ada daya dan upaya kecuali dari-Mu. (lihat: Mirqootul Maffatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1701)] (57) yaitu hukum-Mu yang berupa perintah atau hukum kauni berupa kehidupan, kematian, pemberian dan yang lainnya berlaku untuk diriku. (lihat: Mirqootul Maffatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1701)], (58) maksudnya semua yang Allah subhanahu wa ta'ala tetapkan untuk diriku semuanya sesuai dengan hikmah-Nya. (lihat: Mirqootul Maffatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1701)]. (59) H.R. Ahmad no.3712 dan dishahihkan oleh Al-Albani di Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah 1/383]

3Doa Ketika Melihat Orang Lain Yang Terkena Musibah/Cobaan
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً
“Alhamdulillaahil-ladzii 'aafaanii mimmabtalaaka bihi, wa fadh-dholanii 'alaa katsiirin mimman kholaqo tafdhiilan.”
(All praise is for Allah Who saved me from that which He tested you with and Who most certainly favoured me over much of His creation.)

English: Hisn al-Muslim (hisnmuslim.com), item 194

Show the takhrij

(1) H.R. Tirmidzi no.3432 dan dishahihkan oleh Al-Albani dan Ibnu Majah no.3892, dihasankan oleh Al-Albani. Rasulullah bersabda: “Tidaklah seseorang melihat orang yang tertimpa suatu bala’ atau musibah, lalu membaca doa ini, melainkan dia akan terhindar dari bala’ tersebut

4Doa Ketika Ditimpa Musibah Atau Yang Tidak Diharapkan
قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
“Qodarullaahi wa maa syaa-a fa'ala.” “Alhamdulillaahi 'alaa kulli haal.” (2) “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun, allaahumma ujurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khoiron minhaa.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(1) H.R. Muslim no. 2664. Dalam riwayat yang lain disebutkan: قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ “Qoddarollaahu wa maa syaa-a fa'ala.” “Allah telah menakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.” (H.R. Ibnu Majah no.79 dan dihasankan oleh Al-Albani) (2) yaitu bagaimana pun yang Allah subhanahu wa ta'ala tetapkan maka sesungguhnya keadaan hamba semuanya adalah baik, dan ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala yang menyenangkan dan yang buruk adalah sebuah rahmat dan kenikmatan yang seandainya tersingkap untuknya maka dia akan lebih senang dengan ketetapan buruk lebih banyak dibandingkan dengan ketetapan yang menyenangkan. Dan Allah subhanahu wa ta'ala maha mengetahui terhada[ apa yang menjadi maslahat untuk hamba-Nya. (lihat: Faidhul Qadiir 1/368) (3) H.R. Ibnu Majah no. 3803 dan dihasankan oleh Al-Albani (4) yaitu seluruh jasad kita dan seluruh yang kita miliki semuanya adalah milik Allah subhanahu wa ta'ala dan ciptaan-Nya. (lihat: Mirqootul Maffatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1166) (5) yaitu segala sesuatu milik hamba adalah sebuah pinjaman yang harus dikembalikan, dan segala sesuatu berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Jika seorang hamba meyakini hal ini dan dia bersabar ketika ditimpa musibah, maka musibah tersebut akan menjadi mudah baginya. (lihat: Mirqootul Maffatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1166-1167) (6) dan فِيْ bermakna sebagai sebab, maksudnya berikanlah aku pahala karena sebab musibah yang menimpaku. (lihat: Mirqootul Maffatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1167) (7) maksudnya berikanlah aku ganti terhadap sesuatu yang telah hilang dariku dari musibah ini. (lihat: Mirqootul Maffatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1167) (8) H.R. Muslim no. 918. Ummu Salamah berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang hamba tertimpa musibah kemudian mengucapkan doa ini, melainkan Allah akan memberikan pahala atas musibahnya dan menggantikannya dengan yang lebih baik darinya.” Ketika Abu Salamah meninggal dunia, aku mengucapkan doa ini. Lalu Allah menggantikannya dengan yang lebih baik darinya yaitu Rasulullah.’ (Lihat: Mirqatul Mafatih Li ‘Ali Al-Qari 5/2106) "

6Doa Ketika Sedang Dalam Kesulitan Rizki
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لاَ يَمْلِكُهَا إِلاَّ أَنْتَ
“Allaahumma innii as-aluka min fadhlika wa rohmatik, fa-innahu laa yamlikuhaa illaa anta.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(1) H.R. Thabrani, Al-Mu’jam Al-Kabir no. 10379, memiliki sanad yang shahih menurut al-Haitsami (lihat Majma’ az-Zawaid 10/159) dan juga menurut Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1543 Asal dari doa ini adalah kisah dimana Nabi kedatangan tamu namun beliau tidak memiliki apa-apa untuk bisa menjamu tamu beliau. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Masúd radhiallahu ánhu, beliau berkata : ضَافَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَرْسَلَ إِلَى أَزْوَاجِهِ يَبْتَغِي عِنْدَهُنَّ طَعَامًا، فَلَمْ يَجِدْ عِنْدَ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ، فَقَالَ: «اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ؛ فَإِنَّهُ لَا يَمْلِكُهَا إِلَّا أَنْتَ» ، فَأُهْدِيَتْ إِلَيْهِ شَاةٌ مَصْلِيَّةٌ، فَقَالَ: «هَذِهِ مِنْ فَضْلِ اللهِ، وَنَحْنُ نَنْتَظِرُ الرَّحْمَةَ» “Nabi shallallahu álaihi wasallam kedatangan tamu, maka Nabi mengirim utusan kepada istri-istrinya untuk mencari makanan. Akan tetapi ternyata tidak ada makanan sama sekali pada seorangpun dari istri-istrinya. Maka Nabi berdoa “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu tambahan karunia-Mu dan rahmat-Mu, karena sesungguhnya tidak ada yang memilikinya kecuali Engkau”. Lalu Nabi mendapat hadiah seekor kambing panggang. Maka Nabi berkata, “Ini termasuk karunia Allah, dan kita sedang menanti rahmatNya”. الفَضْلُ adalah الزِّيَادَةُ عَنِ الاِقْتِصَارِ tambahan dari sekedar hanya kecukupan (lihat al-Mufrodaat fi ghoriib al-Qurán hal 639). Yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminta tambahan karunia dari Allah, karena Allah yang telah memerintahkan itu dalam firmanNya وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِه “Dan mohonlah kepada Allah sebagian karuniaNya” (QS An-Nisaa : 32), juga firmanNya قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاء “Katakanlah sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karuniaNya kepada siapa yang dikehendakiNya” (QS Ali ‘Imron : 73). Dan tidak ada yang memiliki rahmat dan karunia yang sesungguhnya kecuali Allah.

7Doa ketika Membayar Hutang
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ
“Baarokallaahu laka fii ahlika wa maalika”
(May Allah bless for you, your family and wealth.)

English: Hisn al-Muslim (hisnmuslim.com), item 201

Show the takhrij

(1) H.R. Nasa’i no. 4683 dan dishahihkan oleh Al-Albani. Adapun lafal haditsnya secara lengkap, dari Abdullah bin Abi Robi’ah radhiallahu ‘anhu, ia berkata : اسْتَقْرَضَ مِنِّي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعِينَ أَلْفًا، فَجَاءَهُ مَالٌ فَدَفَعَهُ إِلَيَّ، وَقَالَ: «بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ، إِنَّمَا جَزَاءُ السَّلَفِ الْحَمْدُ وَالْأَدَاءُ» Nabi shallallahu álaihi wasallam meminjam uang dariku 40 ribu dirham, maka beliau mendapat harta lalu beliau membayarkannya kepadaku dan beliau berkata “Baarokallahu laka fi ahlika wa maalika”, sesungguhnya balasan kepada memberi hutangan adalah pujian dan pelunasan“

8Doa Agar Hutang Lunas
اَللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ، وَتَنْزِعُ الْمُلكَ مِمَّنْ تَشَاءُ، وُتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ، وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الخَيْرُ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَحْمَانَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، تُعْطِيهِمَا مَنْ تَشَاءُ وَتَمْنَعُ مِنْهُمَا مَنْ تَشَاءُ، اِرْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ
“Allaahumma maalikal mulki tu'til mulka man tasyaa', wa tanzi'ul mulka mimman tasyaa', wa tu'izzu man tasyaa', wa tudzillu man tasyaa', biyadikal khoir, innaka 'alaa kulli syai-in qodiir, rohmaanad-dunyaa wal aakhiroti wa rohiimahumaa, tu'thiihimaa man tasyaa' wa tamna'u minhumaa man tasyaa', irhamnii rohmatan tughniinii bihaa 'an rohmati man siwaak.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(1) H.R. Thabrani, Al-Mu’jam Ash-Shaghir no.558 dan dihasankan oleh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no.1821

Text, translation and takhrij from bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.