← All categories

Kebaikan Dalam Keluarga

8 entries · nothing is locked

Learn on the Dua Path
1Doa Untuk Anak Yang Baru Lahir (Laki-Laki)
اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهُ بِكَ وَذُرِّيَّتَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Jika bayinya laki-laki, maka lafalnya: “Allaahumma innii u'iidzuhu bika wa dzurriyyatahu minasy-syaithoonir-rojiim.”“Baarokallaahu laka fil mauhuubi laka, wa syakartal waahiba, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birroh.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

2Doa Untuk Yang Baru Kelahiran
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ
“Baarokallaahu laka fil mauhuubi laka, wa syakartal waahiba, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birroh.” Sedang orang yang diberi ucapan selamat membalas dengan mengucapkan: “Baarokallaahu laka wa baaroka 'alaika, wa jazaakallaahu khoiron, wa rozaqokallaahu mitslahu, wa ajzala tsawaabak.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(1) Lihat: Al-Adzkar Li An-Nawawi hal.289. Tidak ada sumber yang menjelaskan bahwa doa ini dari Rasulullah. Namun, disebutkan di dalam Al-Adzkar bahwa doa sekaligus ucapan selamat ini merupakan atsar yang datang dari Al-Husain radhiallahu ‘anhu ketika mengajarkan ucapan selamat kepada seseorang yang melahirkan seorang anak.

3Doa Untuk Perlindungan Anak
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
"U'iidzu kumaa bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah."

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

4Doa memohon anak shalih1.“Robbi hab lii minash-shoolihiin.” 2.“Robbi hab…
﴿١﴾رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ ﴿٢﴾رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ ﴿٣﴾رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ ﴿٤﴾رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
1.“Robbi hab lii minash-shoolihiin.” 2.“Robbi hab lii mil-ladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii'ud-du'aa'.” 3.“Robbi laa tadzarnii fardan, wa anta khoirul waaritsiin.” 4.“Robbi auzi'nii an asykuro ni'matakallatii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihan tardhoohu, wa ashlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(63) Ini adalah doa Nabi Zakaria yang Allah subhanahu wa ta'ala beri ujian berupa tidak memiliki keturunan hingga ia berusia tua, sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala sebutkan dalam firman-Nya, ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَه زَكَرِيَّا ۚ﴿۲﴾ إِذ نادى رَبَّهُ نِداءً خَفِيًّا ﴿٣﴾ قالَ رَبِّ إِنّي وَهَنَ العَظمُ مِنّي وَاشتَعَلَ الرَّأسُ شَيبًا وَلَم أَكُن بِدُعائِكَ رَبِّ شَقِيًّا ﴿٤﴾ وَإِنّي خِفتُ المَوالِيَ مِن وَرائي وَكانَتِ امرَأَتي عاقِرًا فَهَب لي مِن لَدُنكَ وَلِيًّا ﴿٥﴾ يَرِثُني وَيَرِثُ مِن آلِ يَعقوبَ وَاجعَلهُ رَبِّ رَضِيًّا﴿٦﴾ “Yang dibacakan ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.” (QS. Maryam: 2-6) Dan Al-Qurthubi menjelaskan dari anak yang baik ini adalah keturunan yang saleh lagi diberkahi, dan maksud dari Allah subhanahu wa ta'ala mendengarkan doa adalah Allah subhanahu wa ta'ala maha mengabulkan doa. Dan ayat ini menunjukkan bahwa berdoa meminta anak adalah sunnahnya para rasul. (lihat: Tafsir Al-Qurthuby 4/72) (64) doa ini termaktub dalam surah al-Ahqaf: 15, وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".” Di dalamnya Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan hambanya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya bahkan hingga dewasa untuk tetap berbakti kepada kedua orang tuanya. At-Thahir ibnu ‘Asyur menjelaskan tentang doa ini bahwa artinya adalah meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta'ala untuk menambahkan pada dirinya bisa berbuat baik kepada kedua orang tuanya dengan memberikannya ilham untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan kepadanya dan juga kepada kedua orang tuanya. (lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 26/31) Beliau menjelaskan mengapa disebutkan penyebutan “dewasa” dalam berbakti kepada kedua orang tuanya karena saat itu seorang anak lelaki memiliki tanggungan dalam mencari rezeki untuk istri anak, dan juga anak wanita memiliki tanggungan yang banyak dalam mengurus suami, rumah dan anak, sehingga pada usia dewasa adalah waktu perkiraannya disibukkannya mereka dengan tanggungan-tanggungan dan menyebabkan lali dalam berbakti kepada kedua orang tua, maka dengan ayat ini mereka diperingatkan agar tidak luput dari berbakti kepada kedua orang tua. Dan juga dalam ayat ini mereka diperintahkan untuk mendoakan kedua orang tuanya. (lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 26/32) Dan beliau juga menjelaskan selain mereka diperintahkan untuk mendoakan kedua orang tuanya maka jangan sampai mereka lalai dari memikirkan ke depannya dalam memperhatikan keturunan mereka sebagaimana orang tuanya dahulu memperhatikan mereka, agar kelak mereka mendapatkan kebaikan anak-anak mereka sebagaimana mereka berbuat baik kepada orang tuanya.( lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 26/33).

5Doa Agar Banyak Harta Dan Anak“Allaahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa…
اَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي
“Allaahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a'thoitanii.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(62) H.R. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480

6Doa Memohon Istri Dan Anak Menjadi Penyejuk Mata“Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa…
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(60)Penyejuk pandangan (hati) di dalam menjalankan ketaatan dan perintah Allah. (lihat: Fathul Bari Li Ibnu Hajar 8/491) (61) Ini adalah doa hamba-hamba Allah subhanahu wa ta'ala yang mereka meminta kebaikan untuk pasangan dan keturunan mereka, dan mereka juga meminta agar dijadikan teladan yang bisa diikuti oleh orang-orang yang bertakwa. (lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 19/83)

7Doa Agar Diri Dan Keluarga Tetap Mendirikan Shalat (Doa Nabi Ibrahim)Robbij'alnii muqiimash-sholaati wa min dzurriyyatii, robbanaa…
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Robbij'alnii muqiimash-sholaati wa min dzurriyyatii, robbanaa wa taqobbal du'aa'.
My Lord, make me an establisher of prayer, and [many] from my descendants. Our Lord, and accept my supplication

English: Saheeh International, Qur'an 14:40

Show the takhrij

(41)Yaitu mendirikan sholat dengan menyempurnakan batasan-batasan dan rukun-rukunnya serta senantiasa menjaga sholatnya (Tafsir As-Sam’any 3/121)

8Doa Untuk Orang Tua1. “Robbanagh-fir lii wa liwaalidayya wa…
﴿١﴾رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ ﴿٢﴾رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا ﴿٣﴾ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
1. “Robbanagh-fir lii wa liwaalidayya wa lil mu'miniina yauma yaquumul hisaab.” 2. “Robbigh-fir lii wa liwaalidayya wa liman dakhola baitiya mu'minan wa lil mu'miniina wal mu'minaati wa laa tazidizh-zhoolimiina illaa tabaaroo.” 3.“Robbir-hamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo.”

No published English translation of this dua is available, so none is shown.

Show the takhrij

(40)Doa ini termaktub pada surah Al-Isra ayat: 24 setelah Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan hamba-hambanya untuk mengesakan-Nya, Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan hamba-Nya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, dan di antara bentuk baktinya seorang hamba kepada kedua orang tuanya dengan mendoakan keduanya.])

Text, translation and takhrij from bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.