English: Saheeh International, Qur'an 1:1–7
Show the takhrij
(23) HR. Bukhari no. 2276 dan Muslim no. 2201.
9 entries · nothing is locked
English: Saheeh International, Qur'an 1:1–7
(23) HR. Bukhari no. 2276 dan Muslim no. 2201.
English: Saheeh International, Qur'an 2:255
(24)HR. Bukhory no. 2311 Dan disebutkan dalam kelanjutan hadits tersebut bahwa orang yang membacanya ketika akan tidur maka Allah subhanahu wa ta'ala akan senantiasa menjaganya hingga waktu pagi. Dan Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan riwayat lainnya yang menyebutkan bahwa Abu Hurairah yang menangkap setan tersebut akan menyerahkannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka setan itu berkata kepada Abu Hurairah, لَا تَفْعَلْ فَإِنَّكَ إِنْ تَدَعْنِي عَلَّمْتُكَ كَلِمَاتٍ إِذَا أَنْتَ قُلْتَهَا لَمْ يَقَرَبْكَ أَحَدٌ مِنَ الْجِنِّ صَغِيرٌ وَلَا كَبِيرٌ ذَكَرٌ وَلَا أُنْثَى قَالَ لَهُ: لَتَفْعَلَنَّ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: مَا هُنَّ؟ قَالَ: {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ حَتَّى خَتَمَهَا “jangan lakukan (menyerahkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam), sesungguhnya jika engkau melepaskanku aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat jika engkau mengucapkannya maka tidak akan mendekatimu satu jin pun yang kecil maupun yang besar, yang lelaki maupun yang wanita. Maka Abu Hurairah bertanya? Apakan kamu benar akan melakukannya (mengajarkannya)? Setan itu menjawab: iya, Abu Hurairah bertanya: apa itu? Setan menjawab : اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ membaca ayat kursy hingga menyelesaikannya.” (Tafsir Ibnu Katsir 1/675)
English: Saheeh International, Qur'an 112:1–4, 113:1–5, 114:1–6
(25) Lihat HR. Bukhari no. 5735, yaitu hadits ‘Aisyah, «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْفُثُ عَلَى نَفْسِهِ فِي المَرَضِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، فَلَمَّا ثَقُلَ كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِهِنَّ، وَأَمْسَحُ بِيَدِ نَفْسِهِ لِبَرَكَتِهَا» فَسَأَلْتُ الزُّهْرِيَّ: كَيْفَ يَنْفِثُ؟ قَالَ: «كَانَ يَنْفِثُ عَلَى يَدَيْهِ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ» “Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meniupkan (dengan sedikin luah) pada tubuhnya yang telah dibaca Al-Mu'awwidzaatketika beliau sakit yang mengantarkan kematian. Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sudah sangat parah, aku (A'isyah) yang meniupkan dengan bacaan surat tersebut, dan aku gunakan tangan beliau untuk mengusap badan beliau, karena tangan beliau berkah.” Dalam hadits yang lain ‘Aisyah berkata: إِذَا مَرِضَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِهِ نَفَثَ عَلَيْهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، فَلَمَّا مَرِضَ مَرَضَهُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، جَعَلْتُ أَنْفُثُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُهُ بِيَدِ نَفْسِهِ، لِأَنَّهَا كَانَتْ أَعْظَمَ بَرَكَةً مِنْ يَدِي “jika ada seseorang yang sakit dari keluarganya, beliau meniupkan (dengan sedikit ludah) dengan membaca al-mu’awwidzaat. Ketika beliau sakit pada sakit yang menghantarkan pada kematiannya akulah yang meniupkan kepadanya lalu aku mengusapnya dengan menggunakan tangannya sendiri, karena tangannya lebih banyak keberkahannya dari tanganku.” HR. Muslim no. 2192 نَفَثَ secara bahasa menyerupai tiupan dan dia lebih sedikit dari meludah. (lihat: Ghoriibul Hadiits 1/298 dan Jamharotul Lughoh 1/429) Dan Al-Qodhi ‘Iyadh berkata faidah dari meniup dengan sedikit ludah adalah mengambil keberkahan dari sedikit ludah atau angin yang ditiupkan yang keluar bersama zikir yang dibaca. (lihat: Irsyaadus Saary Syarhu Shohiih Al-Bukhory 8/388) Dan para ulama memasukkannya ke dalam bab Ruqyah dengan Al-Quran dan Al-Mu’awwidzat, dan disebutkan alasan ruqyah dengan Al-Mu’awwidzaat karena di dalamnya terdapat permintaan perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dari keburukan-keburukan yang disebutkan dalam surah Al-Falaq dan An-Nas. (lihat: Syarhu Sunan Abi Dawud Libni Ruslan 15/249)
(26) hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahily, bahwasanya dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ." قَالَ مُعَاوِيَةُ: بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ: السَّحَرَةُ “Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir." Mu'awiyah berkata; "Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa, Al Bathalah adalah tukang-tukang sihir." HR. Muslim no. 804 Dijelaskan oleh para ulama alasan pengkhususan surah Al-Baqarah dari selainnya ada 2 sisi: Pertama: karena kebanyakan perkara ibadah dan apa yang berkaitan dengan haji disebutkan dalam surah ini. Kedua: karena panjang dan agungnya kandungan surah ini, dan dikarenakan banyaknya hukum-hukum dalam surah ini. (lihat: Kasyful Musykil min Hadiits Ash-Shohihain 1/277) Dan para penyihir disebut sebagai batholah dikarenakan apa yang mereka bawa adalah sesuatu yang batil. (lihat: Mirqoothul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1461).
No published English translation of this dua is available, so none is shown.
(27) ini adalah fatwa Syaikh ‘Abdullah bin Baz (lihat: Majmu’ Fatawa bin Baz 5/311)
No published English translation of this dua is available, so none is shown.
(28) HR. Muslim no. 2186 An-Nawawi menjelaskan faedah dari doa ini bahwa rukyah itu dengan nama-nama Allah. Dan yang dimaksud dengan نَفْسٍ ada 2 makna, pertama: jiwa seseorang, dan yang kedua: ‘ain, karena an-nafs dalam bahasa arab terkadang dibawa kepada makna ‘ain, sehingga ada istilah رَجُلٌ نَفُوسٌ yaitu penyebutan untuk orang yang bisa menimpakan ‘ain kepada orang lain. (Lihat: Al-Minhaaj Syarhu Shohih Muslim bin Al-Hajjaaj 14/170)
No published English translation of this dua is available, so none is shown.
(29) أَذْهِبِ البَاسَ maksudnya meminta untuk dihilangkan rasa sakit yang amat sangat, meminta diangkatnya azab dari dirinya, dan juga meminta untuk dihilangkan kesedihannya.(lihat: ‘Umdatul Qoory Syarhu Shohiih Al-Bukhory 21/228) (30) Disebutkan Allah subhanahu wa ta'ala yang menyembuhkan, bukan obat-obatan, hal ini dokarenakan obat-obatan tidak akan bisa memberikan manfaat jika Allah subhanahu wa ta'ala tidak menciptakan dalam obat tersebut sesuatu yang dapat menyembuhkan. ((lihat: ‘Umdatul Qoory Syarhu Shohiih Al-Bukhory 21/228) (31)HR. Bukhari no. 5743 dan Muslim no. 2191)
No published English translation of this dua is available, so none is shown.
(34) Maksudnya adalah nama-nama Allah subhanahu wa ta'ala, sifat-sifat-Nya dan ayat-ayat Al-Quran. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1715)Adapun maksud dari sifat sempurna maka banyak penafsirannya dari para ulama, ada yang mengatakannya artinya kalam Allah subhanahu wa ta'ala yang sempurna, ada yang mengatakan maksud dari sempurna adalah yang bermanfaat, ada yang mengatakan yang mencukupi, ada yang mengatakan penuh keberkahan, dan ada yang mengatakan maksudnya yang jadi penghukum yang terus menerus dan tidak ada yang bisa menolaknya juga tidak ada di dalamnya aib ataupun kurang. (lihat: ‘Umdatul Qory Syarhu Shohih Al-Bukhory 15/265) (35)Dan هَامَّةٍ artinya segala sesuatu yang beracun dan mematikan, dan bentuk jamaknya adalah الْهَوَام. Adapun yang beracun namun tidak mematikan seperti kalajengking dan tawon maka dinamakan سَامَّة. (lihat: Syarhu Sunan Ibni Majah 1/252)), (36)maksudnya adalah pandangan mata yang bisa mendatangkan penyakit kepada manusia berupa gila dan yang lainnya. (lihat: Kasyful Musykil min Hadiits Ash-Shohihain 2/415) (37) HR. Bukhari no. 3371)
No published English translation of this dua is available, so none is shown.
(38) تُرْبَةُ أَرْضِنَا maksudnya tanah secara umum menurut mayoritas ulama, dan sebagian ulama berpendapat tanah khusus dari kota Madinah secara khusus karena keberkahannya atau bisa juga tanah apapun secara umum. (lihat: Al-Minhaaj Syarah Shahih Muslim 14/184), (39) HR. Bukhari no. 5745 dan Muslim no. 2194. Caranya yaitu dengan mengambil ludah dengan jari telunjuk, kemudian meletakkannya di tanah hingga ada tanah yang menempel pada jari telunjuk lalu mengusap bagian yang sakit dengan mengucapkan doa tersebut ketika sedang mengusap. (lihat penjelasan Al-Imam An-Nawawi di Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim 14/184)
Text, translation and takhrij from bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.