(1) HR. Bukhori no. 6312
An-Nawawi berkata: yang dimaksud dengan kematian dalam doa ini adalah tidur, dan yang dimaksud dengan kebangkitan yaitu kebangkitan pada hari kiamat, maka dalam doa ini Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyamakan sadarnya seseorang dari tidurnya yang tidurnya itu seperti kematian yang kemudian dibangkitkan setelahnya. Syarhu An-Nawawi ‘Alaa Muslim 17/35)
2Doa bangun tidurAlhamdulillaahil-ladzii 'aafaanii fii jasadii, wa rodda…
(2) Yaitu keselamatan dari penyakit dan ujian. (lihat: Faidhul Qadiir 1/280)
(3) Yaitu mengembalikan ruhku yang terpisah ketika tidur. (Tuhfatul Ahwadzi 9/245)
Dan Al-Munawi berkata bahwa maksud dari doa ini adalah segala puji kepada Dzat yang telah mengembalikan indra perasaku, karena tidur adalah saudara kematian sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala firmankan,
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir” (QS. Az-Zumar: 42)
Dan dikatakan bahwa tidur adalah kematian yang ringan dan kematian adalah tidur yang berat. (lihat: Faidhul Qadiir 1/280)
(4) Yaitu dengan membangkitkan hatiku dan membuat lidahku berzikir. (lihat: Faidhul Qadiir 1/280)
(5) HR. At-Tirmidzi no. 3401 dan Al-Albani mengatakan hadits ini hasan
(190) Indeed, in the creation of the heavens and the earth and the alternation of the night and the day are signs for those of understanding
(191) Who remember Allah while standing or sitting or [lying] on their sides and give thought to the creation of the heavens and the earth, [saying], "Our Lord, You did not create this aimlessly; exalted are You [above such a thing]; then protect us from the punishment of the Fire
(192) Our Lord, indeed whoever You admit to the Fire - You have disgraced him, and for the wrongdoers there are no helpers
(193) Our Lord, indeed we have heard a caller calling to faith, [saying], 'Believe in your Lord,' and we have believed. Our Lord, so forgive us our sins and remove from us our misdeeds and cause us to die with the righteous
(194) Our Lord, and grant us what You promised us through Your messengers and do not disgrace us on the Day of Resurrection. Indeed, You do not fail in [Your] promise
(195) And their Lord responded to them, "Never will I allow to be lost the work of [any] worker among you, whether male or female; you are of one another. So those who emigrated or were evicted from their homes or were harmed in My cause or fought or were killed - I will surely remove from them their misdeeds, and I will surely admit them to gardens beneath which rivers flow as reward from Allah, and Allah has with Him the best reward
(196) Be not deceived by the [uninhibited] movement of the disbelievers throughout the land
(197) [It is but] a small enjoyment; then their [final] refuge is Hell, and wretched is the resting place
(198) But those who feared their Lord will have gardens beneath which rivers flow, abiding eternally therein, as accommodation from Allah. And that which is with Allah is best for the righteous
(199) And indeed, among the People of the Scripture are those who believe in Allah and what was revealed to you and what was revealed to them, [being] humbly submissive to Allah. They do not exchange the verses of Allah for a small price. Those will have their reward with their Lord. Indeed, Allah is swift in account
(200) O you who have believed, persevere and endure and remain stationed and fear Allah that you may be successful
English: Saheeh International, Qur'an 3:190–200
Guidance: Membaca 10 ayat terakhir dari surah Ali ‘Imran
(1) HR. Ahmad no. 25220 dan dikatakan oleh Syu’aib Al-Arnauth bahwa sanadnya shohih dengan syarat Bukhori dan Muslim
Dan terdapat dua penafsiran dari maksud permintaan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala ketika keluar dari kamar mandi:
1. Bahwasanya beliau meminta ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala karena beliau meninggalkan berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala selama berada di dalam kamar mandi.
2. Ini merupakan taubat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena beliau melihat rasa syukur yang beliau ucapkan masih kurang terhadap nikmat yang Allah subhanahu wa ta'ala berikan berupa nikmat makanan hingga dimudahkan dikeluarkannya kotoran, dan beliau melihat rasa syukurnya masih kurang dibanding nikmat yang didapatkan sehingga beliau memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. (lihat: Ma’alimus Sunan 1/23)
A'uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min ghodhobihi wa 'iqoobihi, wa syarri 'ibaadihi, wa min hamazaatisy-syayaathiini wa an yahdhuruun.
(I take refuge in the perfect words of Allah from His anger and punishment, and from the evil of His servants, and from the madness and appearance of devils.)
(1) Maksudnya adalah nama-nama Allah subhanahu wa ta'ala, sifat-sifat-Nya dan ayat-ayat Al-Quran. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1715)
Adapun maksud dari sifat sempurna maka banyak penafsirannya dari para ulama, ada yang mengatakannya artinya kalam Allah subhanahu wa ta'ala yang sempurna, ada yang mengatakan maksud dari sempurna adalah yang bermanfaat, ada yang mengatakan yang mencukupi, ada yang mengatakan penuh keberkahan, dan ada yang mengatakan maksudnya yang jadi penghukum yang terus menerus dan tidak ada yang bisa menolaknya juga tidak ada di dalamnya aib ataupun kurang. (lihat: ‘Umdatul Qory Syarhu Shohih Al-Bukhory 15/265)
(2) Maksudnya: dari bahaya setan, was-wasnya, dan dari dimasukkannya akidah yang rusak ke dalam hati. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1715)
(3) Yaitu dalam salatku, bacaan Al-Quranku, dzikirku, doaku, dan dalam kematianku. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1716)
(4) HR. At-Tirmidzi no. 3528 dan ini hadits hasan ghorib dan juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya, dari al-Waliid bin al-Waliid, dimana ia berkata :
يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي أَجِدُ وَحْشَةً
“Ya Rasulullah, sesungguhnya aku merasakan kesenderian (yang tidak menyenangkan)”.
Maka Nabipun mengajarkan kepada beliau doa di atas (HR Ahmad no 16573)
Para pentahqiq al-Musnad menjelaskan bahwa sanad hadits ini dhoif karena terputus dimana Muhammad bin Habbaan tidak bertemu dengan al-Waliid bin al-Waliid, akan tetapi hadits ini masih memungkinkan untuk naik derajatnya menjadi hasan karena syawahid nya (karena hadits-hadits lain yang maknanya senada dengan hadits ini). (Lihat Musnad al-Imam Ahmad 27/108)
(1) Hal ini berdasarkan riwayat Abu Salamah, dia mendengar Abu Qotadah berkata bahwasanya dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«الرُّؤْيَا الحَسَنَةُ مِنَ اللَّهِ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلاَ يُحَدِّثْ بِهِ إِلَّا مَنْ يُحِبُّ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ، وَلْيَتْفِلْ ثَلاَثًا، وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا، فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ»
“mimpi yang indah dari Allah, jika seseorang di antara kalian melihat mimpi yang dia sukai maka jangan ceritakan hal itu kecuali kepada orang dia cintai. Dan jika melihat sesuatu yang dibenci maka berlindunglah kepada Al dari keburukannya dan dari keburukan setan dan meludahlah 3 kali, dan jangan ceritakan kepada siapapun. Maka sesungguhnya hal itu tidak akan membahayakannya.” (HR. Bukhori no. 7044)
Dalam riwayat yang lain
فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا
“Maka hendaknya ia meniup kea rah kirinya sebanyak tiga kali” (HR Muslim no 2261)
Dalam riwayat yang lain :
وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ
“Dan hendaknya ia merubah posisi tidurnya dari lambungnya yang tadinya ia tidur di atasnya” (HR Muslim no 2261)
Dalam riwayat yang lain :
فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ
“Hendaknya ia bangun dan shalat” (HR Muslim no 2263)
Laa ilaaha illallaahul waahidul qohhaar, robbus-samaawaati wal ardhi wa maa bainahumal 'aziizul ghoffaar.
(None has the right to be worshipped except Allah, The One, AL-Qahhar.Lord of the heavens and the Earth and all between them, The Exalted in Might, The Oft-Forgiving.)(AL-Qahhar:The One Who has subdued all of creation and Whom all of creation are subservient to. All movements occur by His will.)
(1) HR. An-Nasaai di As-Sunan al-Kubro no 7641, ámal al-yaum wa al-Lailah no 864, Hakim dalam Mustadroknya no. 1980, Ibnu Hibbaan no 5530 dan dishahihkan oleh Al-Albani (lihat as-Shahihah no 2066), dari Ummul mukminin Aisyah radhiallahu ánhaa.
Hadits ini di dalam Shahih Ibnu Hibbaan dibawakan dibawah judul :
ذِكْرُ مَا يُهَلِّلُ الْمَرْءُ بِهِ رَبَّهُ جَلَّ وَعَلَا إِذَا تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ
“Penyebutan tentang apa yang hendaknya dibaca oleh seseorang untuk berdzikir kepada Rabbnya jika ia terjaga di malam hari”
Dan diawal hadits Aisyah berkata :’
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَضَوَّرَ مِنَ اللَّيْلِ
“Adalah Rasulullah shallallahu álaihi wasallam jika berbalik tubuh/ menggeliat di malam hari…”
Makna dari تَضَوَّرَ adalah تَقَلَّبَ وَتَلَوَّى “membolak-balikan badan” (lihat: At-Tanwir Syarhu Al-Jmi’ Ash-Shoghir 8/356)
(1) الخُبُث jamak dari الْخَبِيثِ diantara penafsirannya yaitu sesuatu yang mengganggu dari kalangan jin dan manusia
. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/375)
(2) الخَبَائِثِ jamak الْخَبِيثَةِ diantara penafsirannya yaitu meminta perlindungan dari yaitu setan lelaki dan setan perempuan
. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/375)
In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful
(1) Say, "He is Allah, [who is] One
(2) Allah, the Eternal Refuge
(3) He neither begets nor is born
(4) Nor is there to Him any equivalent
In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful
(1) Say, "I seek refuge in the Lord of daybreak
(2) From the evil of that which He created
(3) And from the evil of darkness when it settles
(4) And from the evil of the blowers in knots
(5) And from the evil of an envier when he envies
In the name of Allah, the Entirely Merciful, the Especially Merciful
(1) Say, "I seek refuge in the Lord of mankind
(2) The Sovereign of mankind
(3) The God of mankind
(4) From the evil of the retreating whisperer
(5) Who whispers [evil] into the breasts of mankind
(6) From among the jinn and mankind
Guidance: Doa sebelum tidur
Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Al-Mu’awwidzaat).
Caranya: Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan surat al-Ikhlas,
Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhu sinatuwwalaa nauum, lahuu maa fis samaawaati wamaa fil ardh, mannd dzalladzi yasy fa’u illaa bi idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum, walaa yuhiithuuna bi syai in min ‘ilmihi illaa bimaa syaa’, wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh, walaa ya uuu duhuu hifdzuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘adziim (Al-Baqarah: 255)
Allah - there is no deity except Him, the Ever-Living, the Sustainer of [all] existence. Neither drowsiness overtakes Him nor sleep. To Him belongs whatever is in the heavens and whatever is on the earth. Who is it that can intercede with Him except by His permission? He knows what is [presently] before them and what will be after them, and they encompass not a thing of His knowledge except for what He wills. His Kursi extends over the heavens and the earth, and their preservation tires Him not. And He is the Most High, the Most Great
(3) Yang dimaksud dengan jiwa dan wajah di sini adalah dzat secara keseluruhan, artinya aku menjadikan jasadku untuk taat terhadap hukum-Mu dan tunduk kepada-Mu. (lihat: Syarhul Mashobiih Libnil Malak 3/168)
(4) Yaitu: aku kembalikan seluruh perkaraku kepada hukum-hukum-Mu (lihat: At-Taisiir bi Syarhi Al-Jami’ Ash-Shoghir 1/214)
(5) Maksudnya menyandarkan dirinya kepada penjagaan Allah subhanahu wa ta'ala, karena tidak ada tempat bersandar yang lebih kuat dari penjagaan Allah subhanahu wa ta'ala. (lihat: Dalil Al-Falihin liThuruq Riyadhus Shalihin 2/279)
(6) Artinya: mengharapkan pemberian-Mu dan mengharapkan pahala-Mu dan juga takut dari amarah-Mu dan hukuman-Mu. (lihat: Fathul Bary libni Hajar 11/111)
(7) HR. Bukhory no. 6315 dan Muslim no. 2710
Dan disebutkan dalam hadits ini bahwa orang yang membaca doa ini lalu meninggal maka dia meninggal di atas fitrah Islam yaitu meninggal di atas keimanan yang Allah subhanahu wa ta'ala fitrahkan kepada hamba-hambanya (lihat: : Dalil Al-Falihin liThuruq Riyadhus Shalihin 2/280
(8) Yaitu dengan meminta pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala dengan nama-nama-Nya dan dengan kemampuan yang Dia berikan aku meletakkan dan mengangkat lambungku. (lihat: Umdatul Qory Syarhu Shohih Al-Bukhory 22/289 dan Syarh Shohih Al-Bukhori Libni Batthol 10/423)
Ibnu Bathool menjelasakan : Dalam doa ini terdapat penyandaran meletakan lambung kepada nama Allah subhanahu wa ta'ala sedangkan ketika mengangkat disandarkan kepada dzat Allah subhanahu wa ta'ala, ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan nama Allah subhanahu wa ta'ala adalah dzat Allah subhanahu wa ta'ala, dan yang dimaksud dengan dzat Allah subhanahu wa ta'ala adalah yang dengan pertolongan-Nya kita meletakkan dan mengangkat lambung kita, bukan hanya sekedar lafal “Allah” nya. (Lihat: Fathul Bary Libni Hajar 13/380)
(9) Ini adalah ungkapan dari kematian. Oleh karenanya ini sesuai dengan doa setelahnya yaitu permintaan untuk dirahmati. (lihat: ‘Umdatul Qory Syarhu Shohih Al-Bukhori 22/290)
(10) Dan ini adalah ungkapan dari tetap hidup di dunia oleh karenanya ini sesuai dengan doa setelahnya yaitu meminta agar dijaga. (lihat: ‘Umdatul Qory Syarhu Shohih Al-Bukhori 22/290)
(11) HR. Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714
Allaahumma kholaqta nafsii wa anta tawaffaahaa, laka mamaatuhaa wa mah-yaahaa, in ah-yaytahaa fah-fazh-haa, wa in amattahaa fagh-fir lahaa, allaahumma innii as-alukal 'aafiyah.
No published English translation of this dua is available, so none is shown.
(12) Maksudnya tidak ada yang memiliki kemampuan untuk menghidupkan jiwa atau mematikan jiwa kecuali hanya Allah subhanahu wa ta'ala.(lihat: Kasyfu Al-Musykil min Hadiitsi Ash-Shohihain 2/604)
(13) Maksudnya keselamatan di dunia dan di akhirat. (Lihat: Al-Kaukabul Wahhaj Syarhu Shohih Muslim 25/104)
(14) HR. Muslim no. 2712
14Doa sebelum tidurAllaahumma qinii 'adzaabaka yauma tab'atsu 'ibaadak.…
(15)HR. Ahmad no. 4226. Hadits ini dishohihkan oleh Syu’aib Al-Arnauth
Al-Mubarokfury berkata: dalam doa ini menunjukkan bahwa orang yang berakal hendaknya menjadikan tidurnya sebagai wasilah untuk mengingat kematian dan hari kebangkitan yang terjadi setelah kematian. (lihat: Mir’atul Mafaatiih Syarhu Misykaatil Mashoobiih 8/143)
(16) Yang dimaksud dengan kematian di sini adalah tidur, karena tidur disebut juga dengan kematian kecil. (lihat: Syarhu Riyaadhus Sholihiin 4/339
(17) HR. Bukhori no. 6324
Guidance: Membaca surah As-Sajdah dan Al-Mulk (18)
Show the takhrij
(18) Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir,
«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ بِتَنْزِيلُ السَّجْدَةِ، وَبِتَبَارَكَ "
;
“bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah tidur hingga membaca surah As-Sajdah dan surah Tabaarok (Al-Mulk)” HR. At-Tirmidzy no. 3404.
Hadits ini asalnya adalah dhoíf, akan tetapi karena ada muta’baáh maka dishahihkan oleh sebagian ulama, diantaranya para pentahqiq Musnad al-Imam Ahmad (23/26 no 14659) dan juga al-Albani (lihat As-Shahihah no 585). Sementara sebagian ahli hadits tetap mendoifkan hadits ini, diantaranya Al- Ádawi (https://www.youtube.com/watch?v=B_s3MD0rpeU) dan juga Abdul Aziz At-Thuraifi (https://www.youtube.com/watch?v=e4e9UWNhFv4).
17Doa sebelum tidurAllaahu akbar (34x). Alhamdulillaah (33x). Subhaanallaah…34×
(19) HR. Bukhori no. 3113 dan Muslim no. 2727
Dan hadits ini menceritakan tentang Fatimah putri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dia mengeluh karena menumbuk/menggiling tepung hingga beliau mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang saat itu baru saja mendapatkan tawanan perang agar ia diberikan seorang budak
18Doa sebelum tidurAllaahumma robbas-samaawaatis wa robbal ardhi wa…
(20) Maksudnya: aku berlindung kepada-Mu dari segala sesuatu keburukan dari makhluk-makhluk-Mu, karena semuanya berada di bawah kekuasaan-Mu. Dan maksud dari “Engkau yang memegang ubun-ubunnya ini adalah kinayah dari kekuasaannya, bahwasanya semuanya berada di bawah kekuasaannya sebagaimana seorang pemilik hewan tunggangan yang dia menguasainya dengan memegang ubun-ubunnya. (lihat: Al-Kaukabul Wahhaj Syarhu Shohih Muslim 25/105)
(21) Maksudnya: Engkau lah yang menguasai segala sesuatu dan tidak ada satu pun yang meenguasai-Mu. (lihat: Al-Kaukabul Wahhaj Syarhu Shohih Muslim 25/105)
(22) Maksudnya: terhalang dari pandangan-pandangan makhluk dan persangkaan mereka, sehingga tidak ada sat pandangan yang bisa meliputi Dzat Allah subhanahu wa ta'ala. (Lihat: Hasyiyatu As-Sindy ‘Alaa Sunani Ibni Majah 2/430)
(23) HR. Muslim no. 2713
19Doa sebelum tidurAlhamdulillaahil-ladzii ath'amanaa, wa saqoonaa, wa kafaanaa,…
Alhamdulillaahil-ladzii ath'amanaa, wa saqoonaa, wa kafaanaa, wa aawaanaa, fakam mimman laa kaafiya lahu wa laa mu'wiya.
(All praise is for Allah, Who fed us and gave us drink, and Who is sufficient for us and has sheltered us, for how many have none to suffice them or shelter them.)
(24) Yaitu mencegah kami dari segala bentuk keburukan yang menggangu. (lihat: Lama’aat At-Tanqiih Fii Syarhi Misykaatul Mashoobiih 5/192)
(25) Dan dikatakan juga maksudnya adalah betapa banyak orang yang diberi kenikmatan namun tidak mengetahui betapa banyak kenikmatan yang Allah subhanahu wa ta'ala berikan kepadanya. (lihat: At-Tanwir Syarhu Al-Jami’ Ash-Shoghir 8/353)
(26) HR. Muslim no. 2715
20Doa sebelum tidurAllaahumma 'aalimal ghoibi wasy-syahaadati, faathiros-samaawaati wal…
(27) Yaitu yang tampak dan yang tidak tampak oleh hamba-hamba-Nya. Karena semuanya menurut Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada yang tidak terlihat. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1658)
(28) Karena jiwa asal tempat keluarnya keburukan. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 4/1658)
(29) Yaitu dari was-wasnya dan kesesatannya.
(30) HR. Ahmad no. 51, dan Syu’aib Al-Arnauth mengatakan sanadnya shohih. Doa ini dibaca untuk dzikir pagi dan petang serta ketika hendak tidur. Karena Nabi shallallahu álaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar radhiallahu ánhu tentang doa ini :
قُلْهُ إِذَا أَصْبَحْتَ، وَإِذَا أَمْسَيْتَ، وَإِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ
“Ucapkanlah ketika engkau di pagi hari, di petang hari, dan ketika engkau hendak tidur” (HR At-Tirmidzi no 3392)
(1) Ini berdasarkan hadits riwayat Abu Sa’id,
«لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ»
“tidak ada wudhu bagi seseorang yang tidak menyebutkan basmalah.” HR. Ibnu Majah no. 397, dan dihasankan oleh Al-Albani
Dan penafian yang dimaksud di sini adalah penafian kesempurnaan. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 2/409)
(1) HR. Muslim no. 234
At-Thiby berkata: ucapan 2 kalimat syahadat setelah berwudhu adalah isyarat akan ikhlasnya amal hanya untuk Allah subhanahu wa ta'ala, dan sucinya hati dari kesyirikan dan riya setelah mensucikan anggota wudhu dari hadats. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/349)
Disebutkan dalam kelanjutan hadits ini bahwa barang siapa yang membaca 2 kalimat syahadat ini setelah wudhu maka akan dibukakan baginya 8 pintu surga yang dia bisa memasukinya dari pintu mana saja yang dia kehendaki.
(2) Yaitu dari segala dosa dan kembali dari segala perbuatan yang tercela. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/350)
(3) Yaitu suci dari dosa-dosa yang telah lalu dan dosa-dosa yang akan datang, atau suci dari akhlak-akhlak yang tercela. (lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih 1/350)
(4) HR. At-Tirmidzi no. 55, di shohihkan oleh Al-Albani
(5) HR. An-Nasai dalam kitabnya ‘Amalul Yaumi wal Lailah no. 81. Ibnul Mulaqqin mengatakan hadits ini shohih dengan syarat Bukhori dan Muslim. (Lihat: Al-Badrul Munir 2/289)
Text, translation and takhrij from bekalislam.online — Bekal Islam, Ustadz Firanda Andirja.